(Katanya) Babymoon ke Situ Gunung, Sukabumi

sg-header

Menurut saran dokter masa kini, jalan-jalan penting lho untuk ibu dan si jabang bayi pada saat masa kehamilan. Istilah populernya babymoon. Tujuan utamanya untuk relaksasi jasmani dan rohani. Tentunya bukan jalan ke tempat yang ekstrim, ya. Cukup di sekitaran komplek, taman, ataupun melipir ke pinggiran kota sedikit juga boleh.

Kebetulan (gak kebetulan juga sih) bini saya sedang mengandung dengan usia kehamilan 4 bulanan. Kondisi kehamilan segini emang lagi nyaman-nyamannya untuk beraktifitas, perut belum terlalu berat dan mual juga sudah mendingan.

Kayanya asik jalan ke tempat yang sejuk, hijau, dan gak ribet. Setelah cari-cari, akhirnya kami menentukan untuk ke Situ Gunung, Kadudampit, Sukabumi – Jawa Barat. Alasan utamanya karena sesuai kriteria di awal dan juga kami belum pernah ke ‘Situ’. Situ (Danau) Gunung ini merupakan dari bagian Gunung Gede Pangrango, cuma masuknya masih di kaki gunung.

Langsung cari info akomodasi, mulai dari transportasi hingga penginapan. Untuk transportasi, berhubung saya gak punya mobil dan gak bisa nyetir mobil (bisanya nyetir wanita :D), jadi ngeteng adalah solusi. Ada beberapa pilihan, bisa naik bus antar kota maupun kereta api. Asal saya dari Jakarta, begini skenarionya:

sg-3
tut.. tut.. gujes.. gujes..
  • Naik kereta komuter menuju Stasiun Bogor;
  • Keluar Stasiun Bogor, lalu jalan kaki +- 600m menuju Stasiun Bogor Paledang;
  • Naik kereta api pangrango (Bogor-Sukabumi) turun di Stasiun Cisaat;
  • Jalan sedikit ke jalan raya untuk naik angkot sampai polsek Cisaat;
  • Dari polsek, lanjut lagi naik angkot ke atas (gerbang utama Situ Gunung).

Setelah sampai di tkp pada pukul 10.30 wib, ada 2 pilihan mau ke situ atau air terjun. Kami memutuskan ke situ terlebih dahulu karena jarak yang lebih dekat. Oiya, pas turun di gerbang utama kita harus bayar dulu uang masuk sebesar 30rban/orang.

Lanjut berjalan menuju situ, kondisi jalan bebatuan menanjak dan menurun. Disertai pepohonan tinggi dan para kera yang ‘auk uak auk’ sendiri. Nikmatnya menghirup udara sejuk lagi. Butuh waktu 30 menit berjalan kaki untuk sampai di tepi situ. Untuk saya sih waktu segitu cuma sebentar ya, tapi buat bini yang sedang hamil ternyata doi cukup kewalahan.

sg-8
Ketika perut sama tete balapan

Kondisi tkp sendiri biasa saja menurut saya, tidak seperti di google *smh*. Mungkin karena kami berkunjung saat musim panas, kondisi danau mengering. Hanya terisi air sebagian dan perahu kayu yang bisa disewa untuk mengelilingi situ. Tapi yang kita cari sebenernya sih suasana serta proses perjalanan ke mari. Jadi no problemo walaupun tempatnya tidak sebagus yang dibayangkan. Dibawa asik saja.

Selepas dzuhur, kami cari penginapan di dekat gerbang utama sekalian makan siang. Biasa saja.

Saya berlanjut ingin mengunjungi air terjun atau biasa disebut di sana Curug Sawer. bini kecapekan, daripada berisiko mending dia istirahat saja di penginapan. Perjalanan bisa ditempuh dengan berjalan kaki atau naik ojek. Jalan kaki memakan waktu 40 menit kira-kira, sedangkan ojek 30 menit dengan jalan bebatuan. Karena saya anaknya adventur bgt, jadi saya memilih untuk *naek ojek*.

Gak deng.. Saya jalan kaki santai, lagi-lagi ingin menikmati suasana dan aroma pegunungan yang jarang didapat. Ditemani pepohonan dan beberapa turis lain, saya jalan santai sampai ke curug.

Kondisi sekitaran curug sedikit kotor oleh sampah plastik. Banyak pemuda-pemudi yang pada pacaran dan gak sedikit yang berenang juga, padahal itu dilarang, lho.

Sudah semedi di curug sekitar 30 menit lalu saya kembali ke penginapan lewat jalur tadi. Sebenernya banyak ojek yang nawarin 35 ribu sejalan, namun saya pikir “mending gua naik gojek, paling cuma ceban”.

Perjalanan pulang terasa berbeda, sepi banget dan sesekali berisik suara monyet kaya pada berantem. Rada parno juga, bergegaslah saya jalan cepat agak lari. Sampe ketemu orang lain di depan, baru deh bisa jalan santai lagi.

Akhirnya sampai di penginapan, bini lagi makan gorengan sama teh anget asik banget. Sore yang indah di Situ Gunung.

Di sana juga ada bumi perkemahan, Tanakita Camping Ground. Pas banget malam itu ada acara RRREC Fest in the Valley 2015. Itu loh acaranya anak-anak Ruang Rupa, ngehits banget mereka. Bintang tamunya ada OMPMR, Silampukau, ERK dan artis-artis ngehits lainnya. Saya gak ikut sih, cuma kedengeran saja dari penginapan. Rame banget sepertinya.

Saya tidur cepat sekitar jam 9, karena paginya mau berburu matahari terbit di situ. Katanya itulah waktu terbaik untuk berkunjung ke Situ Gunung. Selepas subuh begegas untuk ke situ seorang diri. Bini lebih memilih untuk lanjut tidur.

Dengan kondisi yang masih agak gelap dan dingin banget, sampailah lagi saya di situ. Ternyata benar keren juga pemandangan pagi di sini. Untung sudah ada yang jualan minuman, langsung saja saya pesen teh anget. Saya berjalan ke ujung Situ untuk menyaksikan matahari terbit sambil ngeteh. Asooy!!

sg-1
Sunday morning at Situ Gunung

Kesimpulan:

Niat awal untuk babymoon memang, tapi nyatanya lebih banyak saya yang mengeksplorasi Situ Gunung. Mungkin karena udah bawaan ibu hamil yang mudah lelah, tidak boleh terlalu diforsir juga. Ada yang bilang Situ Gunung kurang bagus, tapi menurut saya gak juga kok. Menyaksikan matahari terbit di sini cukup oke, akan lebih oke kalau danau terisi sepenuhnya. Untuk yang kurang piknik bolehlah, sesekali main ke mari, sekali saja.

Btw, karena ini trip babymoon, bukan trip honeymoon jadi gak pake indehoy segala. Bisa-bisa bayinya double :)). Lagipula nyokap ane ngikut, tuh yang jaket item rambut merah merona.

Tips:

  • Stasiun kereta komuter berbeda dengan stasiun kereta api, jangan nanti ente tunggu KA Pangrango di stasiun kereta komuter atau sebaliknya.
  • Pesan tiket KA Pangrango dari jauh hari, pesan pemberangkatan paling pagi biar adem.
  • Pesan kelas ekonomi saja, karena perjalanan cuma sebentar dan sama-sama pake ac jadi gak bakal kegerahan lah. Kursi kereta pagi suka kosong karena banyak yang ketinggalan kereta, makanya jangan males bangun pagi.
  • Pesan tiket pergi dan pulang sekaligus, biar aman.
  • Untuk penginapan kayanya enak yang di Villa Cemara (review orang lain), cuma harus pesan dari jauh hari. Laku banget.
  • Kalo ada duit lebih bisa cobain Tanakita, kemping bintang lima. Kemping rasa bos. Istimewa.
  • Akhir pekan (2 hari) sudah cukup banget, jangan lebih.
  • Ikuti aturan yang ada di lokasi wisata. Kalo dibilang jangan berenang di curug, ya gausah berenang!

Estimasi Biaya Per-orang-sejalan-porsi:

  • Kereta komuter: 5rb
  • KA Pangrango: 20rb
  • Penginapan: 150 – 200rb
  • Tiket masuk Situ Gunung: 35rb
  • Angkot ke Polsek Cisaat: 4rb
  • Angkot ke Gerbang Situgunung: 10rb
  • Makan: 15-30rb

~ Perjalanan dilakukan pada 26-27 September 2015

(Katanya) Babymoon ke Situ Gunung, Sukabumi